Second Masterpiece
Eko Aji Priyatno
Musim Semi di Tanah Surgawi
Guguran dedaunan berceceran
Di mana kau bunga?
Aku mencintaimu segala rindu
Tapi kau menggugurkannya dengan
kebenaran-kebenaran yang
Kau petik pada kembang tepi sungai Musi
Diam !
Selakan
kedamaian menemanimu
Kau senyaman pengetahuan
Hanya boleh
menyapa saja
Merenung di tepi senja, terasa asa
Jahanam !
Sendal itu
terbang
Ajudan sang
panglima menutup rapat-rapat
Pintu-pintu
bersemayamnya sang ratu
Untung saja
bukan profesor itu
Perdebatan
kebenaran-kebenaran
Selama kau mulut luapkan bisa
Mengiba jiwa menangis duri menanti
Tak tahan !
Sepucuk tinta membakar habis
Di setiap hujan gerimis
Titikkan endapan putih Kasih
Rasa cinta manusia-manusia saling
sapa
Terbaris di pelataran hijau
Terpisah kolam-kolam berjajar
Luluh lantah tah tah tah
Karena sumpah serapah fatwa-fatwa
kebenaran
Mesra, sembunyilah..
Di balik berjuta bintang malam
Di atas kilatan-kilatan kalamullah
Di samping Arsy bersama cahayaNya
Keberadaan hikmat kemesraan kau aku
Berteman cinta, memeluk senja
Biarlah rindu saja yang pergi
Aku akan kembali di semi bulan
nanti
Kawan..
Aku ini kemesraanmu
Gelak tawa mereka adalah cintanya
padamu
Pipinya memerah hinar binar
kemeriahan
Musim semi telah kembali
Membawa arti
Lawan..
Kau putihkan hijab-hijab sesembahan
Dua hal yang memberi perbedaan
Lebih baik mati
Bersama catatan-catatan
Sudahlah..
Saudara seperdamaian tak boleh,
diam
Terlelap dalam khutbah
Celotehmu itu hanya
anggapan-anggapan
Di tanahya tak sempat mereka beradu
Mereka menyatu melawan seteru-seteru
Tanahku ini sedang bersemi, kawan..
Kemari, singgahlah, damailah
Ah, Kau terlalu kuat ternyata
Bangga sekali, terasa jiwamu Bersama-Nya
Doaku saja,
aku tak bisa apa-apa
Heran..
Kenapa datang
lagi?
Raja-raja penggila
kebenaran
Menembus taman
kedamaian shiratalmustaqim
Kutilap bersama
keintiman cinta cahayaNya
Maaf Tuan, tempatmu
bukan di sini
Sudah terlalu
semi kau kemari
Pergilah, bawa
catatan-catatanku padanya
Darahku ini masih deras, maka siramkan pada
Tanah surgawi yang
menanti-nantikan
Bunga-bunga berseri
Darul Abror, 15 Desember 2017
Komentar
Posting Komentar